Xhaka Dan Kandidat Kuat Ban Kapten Arsenal Berikutnya

Kejadian tak mengenakkan dilakukan oleh salah satu pemain The Gunners, Granit Xhaka yang ketahuan mencaci dan mengumpat kepada fans Arsenal sendiri dimuka umum, parahnya lagi Xhaka adalah kapten kesebelasan The Gunners sehingga manajemen dan petinggi klub dipastikan segera mengambil langkah tegas terkait hal ini.

Kapten Arsenal, Granit Xhaka membuat kesalahan fatal ketika mengumpat fans The Gunners didepan tribun saat laga melawan Crystal Palace dalam laga lanjut Liga Primer Inggris pekan ke 10. Pemain asal Swiss tersebut tertangkap basah menggeluarkan kata – kata tak pantas diucapkan kepada fans..

Xhaka selaku kapten memang seharusnya menjadi panutan dengan memberikan contoh baik kepada para anggota pemain lainnya namun apa daya pada laga tersebut Xhaka selain tidak memberikan kontribusi baik dalam laga dia juga tampil buruk yang menjadi awal masalah Xhaka.

Perfoma buruk Xhaka dalam laga melawan Crystal Palace membuatnya terus disoraki dan diteriaki para fans Arsenal. Xhaka yang tak sabaran menghadapi cemoohoan tersebut langsung memberikan respon negatif kepada publik stadium Emirates sebagai balasan teriakan.

“Sekali saja Anda mengatakan kata-kata tak pantas kepada fans, membuka seragam dan langsung menuju ke lorong ganti, itulah akhir karier Anda di klub,” kata Darren Bent kepada talkSPORT.

“Saya tidak suka melihat fans menyoraki pemainnya sendiri, tapi lihat dulu apa alasannya. Tentunya ada rasa frustasi dari mereka melihat pemain bermain buruk, dan Xhaka memang bermain buruk.”

“Reaksinya kepada suporter dan manajer, sampai membuka kaos seperti itu, buat saya tak ada lagi tempat buat dia.”

Baca Juga:

Respons dan penampilan Xhaka memang tidak mencerminkan dirinya karena biasanya Xhaka selalu bermain baik dan sabar ketika permainan sedang tidak berada dipihak mereka. Namun beberapa sumber mengatakan kalau ini akan menjadi akhir dari karir Xhaka dan Arsenal telah menyiapkan 3 calon pengganti Xhaka yang lebih baik.

Berikut tiga calon pemain kuat yang mungkin bisa saja memegang ban kapten setelah Xhaka keluar.

1. Hector Bellerin

Pemain Belakang Arsenal, Hector Bellerin

Pemain belakang Arsenal ini merupakan pemain asli jebolan akademi Arsenal dan satu alasan ini dirasa cukup kuat membuat Bellerin menjadi kapten Arsenal berikutnya menggantikan Granit Xhaka.

Namun faktanya Bellerin musim ini jarang dimainkan bisa juga menjadi alasan kenapa Bellerin tidak akan mendapatkan posisi tersebut. Sejauh ini Bellerin hanya bermain 3 kali saja dua kali pada ajang Liga Eropa dan sekali diajang Piala Liga.

2. Matteo Guendouzi

Striker Arsenal, Matteo Guendouzi

Sejak didatangkan dari Lorient mantan pemain penyerang Athletic ini selalu 100% dalam tiap penampilannya juga fakta kalau ia sering dimainkan dan dimasukkan dalam tim utama The Gunners oleh Emery membaut Matteo Guendouzi lebih cocok sebagai kapten Arsenal dibandingkan Xhaka diawal.

“Satu-satunya nama yang bisa saya pikir adalah Guendouzi. Mungkin akan terlalu cepat. Tapi, dia selalu memberikan yang terbaik setiap bertanding,” kata Bent.

3. Pierre-Emerick Aubameyang

Black Panther bawa Gunners ke perempatfinal

Kontribusi penyerang asal Gabon ini diklub tak perlu diragukan lagi, pemain menjadi andalan Arsenal dilini depan telah mencetak tujuh gol dari sepuluh penampilannya.

Sejak didatangkan dari Borrusia Dortmund pada Januari 2018 Aubameyang dengan cepat menjadi pahlawan The Gunners dan bahkan mantan pelatih dulu di Dormunt, Juergen Klopp memberinya nickname “funny and deadly”.

Xhaka Mengaku Salah

Diwakilkan oleh pelatih Arsenal, Unai Emery menyatakan kalau dirinya telah berbicara secara personal dengan Xhaka dan dikatakan Xhaka telah mengakui kesalahannya dan semua yang ia lakukan terjadi begitu saja secara spontan. Saat permainan tidak dipihak anda dan fans tidak mendukung anda, apa yang harus diperbuat?

“Dia terpukul, dia sedih dengan situasi yang dialaminya,” ujar Emery, seperti dikutip Sky Sports.

“Dia tahu kalau dia bersalah. Dia merasakannya di hati yang terdalam. Namun seperti manusia pada umumnya, setiap pemain membutuhkan dukungan suporter.”

“Saya sudah berbicara banyak dengannya, bilang bahwa dia perlu memahami saat kami bermain bagus, suporter akan memuji kami dan kami pun bahagia. Namun saat kami berada dalam masa sulit dan banyak dikritik, kami harus tetap kuat dan belajar bermain dalam tekanan.”.

“Setelah apa yang terjadi pada hari Minggu, hal itu menjadi tantangan untuk saya dan para pemain. Ketika suporter tidak senang dengan kami, itu mungkin karena kami perlu bermain lebih baik dan melakukan sejumlah perbaikan agar menjadi lebih kuat, dan kami membutuhkan mereka di situ. Tapi pertama-tama, itu untuk kebaikan kami dan kami harus selangkah lebih maju,” sambung Emery.